Just sharing about biology and physic. When I can Sharing, I will sharing.

Showing posts with label BIOLOGI#8. Show all posts
Showing posts with label BIOLOGI#8. Show all posts

Latest Stories

Pewarna Makanan

Makanan olahan seperti kue, permen, minuman suplemen, dan es krim cenderung mengandung kadar pewarna tambahan (aditif) yang tinggi. Pewarna tambahan, baik alami maupun buatan, digunakan dalam industri makanan karena berbagai alasan, di antaranya untuk:

  • mengimbangi pemudaran warna karena paparan cahaya, udara, perubahan suhu dan kelembaban
  • memperbaiki variasi warna
  • menguatkan warna yang terjadi secara alami
  • mewarnai bahan makanan yang tak berwarna
  • membuat makanan lebih menarik sehingga mengundang selera
Berikut adalah beberapa jenis pewarna buatan yang populer dan efek samping yang ditimbulkan:
1. Tartrazine (E102 atau Yellow 5)
Tartrazine adalah pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan. Selain berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak, pada sekitar 1- 10 dari sepuluh ribu orang , tartrazine menimbulkan efek samping langsung seperti urtikaria (ruam kulit), rinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam) dan anafilaksis sistemik (shock). Intoleransi ini tampaknya lebih umum pada penderita asma atau orang yang sensitif terhadap aspirin.
2. Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6)
Sunset Yellow adalah pewarna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan. Untuk sekelompok kecil individu, konsumsi pewarna aditif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual, dan muntah.
Dalam beberapa penelitian ilmiah, zat ini telah dihubungkan dengan peningkatan kejadian tumor pada hewan dan kerusakan kromosom, namun kadar konsumsi zat ini dalam studi tersebut jauh lebih tinggi dari yang dikonsumsi manusia. Kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan bukti insiden tumor meningkat baik dalam jangka pendek dan jangka panjang karena konsumsi Sunset Yellow.
3.  Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)
Ponceau 4R adalah pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk selai, kue, agar-agar dan minuman ringan. Selain berpotensi memicu hiperaktivitas pada anak, Ponceau 4R dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Finlandia. US Food and Drug Administration (FDA) sejak tahun 2000 telah menyita permen dan makanan buatan Cina yang mengandung Ponceau 4R. Pewarna aditif ini juga dapat meningkatkan serapan aluminium sehingga melebihi batas toleransi.
4. Allura Red (E129)
Allura Red adalah pewarna sintetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen dan minuman. Allura Red sudah dilarang di banyak negara lain, termasuk Belgia, Perancis, Jerman, Swedia, Austria dan Norwegia.
Sebuah studi menunjukkan bahwa reaksi hipersensitivitas terjadi pada 15% orang yang mengkonsumsi Allura Red. Dalam studi itu, 52 peserta yang telah menderita gatal-gatal atau ruam kulit selama empat minggu atau lebih diikutkan dalam program diet yang sama sekali tidak mengandung Allura Red dan makanan lain yang diketahui dapat menyebabkan ruam atau gatal-gatal. Setelah tiga minggu tidak ada gejala, para peserta kembali diberi makanan yang mengandung Allura Red dan dimonitor. Dari pengujian itu, 15% kembali menunjukkan gejala ruam atau gatal-gatal.
5. Quinoline Yellow (E104)
Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan minuman energi. Zat ini sudah dilarang di banyak negara termasuk Australia, Amerika, Jepang dan Norwegia karena dianggap meningkatkan risiko hiperaktivitas dan serangan asma.
BAHAYA ZAT PEWARNA PADA MAKANAN
Dengan pengetahuan keamanan pangan yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka masyarakat dapat terhindar dari berbagai bahaya akibat mengkonsumsi makanan yang tidak aman.  Masyarakat dapat terhindar dari bahaya keracunan makanan akibat mengkonsumsi makanan yang tidak bebas dari cemaran logam berat, pestisida, bahan tambahan pangan dan racun. Terhindar dari konsumsi makanan yang tercemar  cemaran biologis seperti seperti bakteri, virus, kapang, parasit, protozoa.  Terhindar dari konsumsi makanan yang tercemar Cemaran fisik  seperti pecahan gelas, potongan tulang, kerikil, kawat dan sebagainya.
Pewarna Alami
Adalah zat warna alami (pigmen) yang diperoleh dari tumbuhan, hewan, atau dari sumber-sumber mineral. Zat warna ini telah digunakan sejak dulu dan umumnya dianggap lebih aman daripada zat warna sintetis, seperti annato sebagai sumber warna kuning alamiah bagi berbagai jenis makanan begitu juga karoten dan klorofil. Dalam daftar FDA pewarna alami dan pewarna identik alami tergolong dalam ”uncertified color additives”  karena tidak memerlukan sertifikat kemurnian kimiawi.
Keterbatasan pewarna alami adalah seringkali memberikan rasa dan flavor khas yang tidak diinginkan, konsentrasi pigmen rendah, stabilitas pigmen rendah, keseragaman warna kurang baik dan spektrum warna tidak seluas pewarna sintetik. Pewarna sintetik mempunyai keuntungan yang nyata dibandingkan pewarna alami, yaitu mempunyai kekuatan mewarnai yang lebih kuat, lebih seragam, lebih stabil dan biasanya lebih murah.
Beberapa contoh zat pewarna alami yang biasa digunakan untuk mewarnai makanan (Dikutip dari buku membuat pewarna alami karya nur hidayat dan elfi anis saati terbitan Trubus Agrisarana 2006. dapat diperoleh di toko-toko buku se Indonesia) adalah:
  • KAROTEN, menghasilkan warna jingga sampai merah. Biasanya digunakan untuk mewarnai produk-produk minyak dan lemak seperti minyak goreng dan margarin. Dapat diperoleh dari wortel, papaya dan sebagainya.
  • BIKSIN, memberikan warna kuning seperti mentega. Biksin diperoleh dari biji pohon Bixa orellana yang terdapat di daerah tropis dan sering digunakan untuk mewarnai mentega, margarin, minyak jagung dan salad dressing.
  • KARAMEL, berwarna coklat gelap dan merupakan hasil dari hidrolisis (pemecahan) karbohidrat, gula pasir, laktosa dan sirup malt. Karamel terdiri dari 3 jenis, yaitu karamel tahan asam yang sering digunakan untuk minuman berkarbonat, karamel cair untuk roti dan biskuit, serta karamel kering. Gula kelapa yang selain berfungsi sebagai pemanis, juga memberikan warna merah kecoklatan pada minuman es kelapa ataupun es cendol
  • KLOROFIL, menghasilkan warna hijau, diperoleh dari daun. Banyak digunakan untuk makanan. Saat ini bahkan mulai digunakan pada berbagai produk kesehatan. Pigmen klorofil banyak terdapat pada dedaunan (misal daun suji, pandan, katuk dan sebaginya). Daun suji dan daun pandan, daun katuk sebagai penghasil warna hijau untuk berbagai jenis kue jajanan pasar. Selain menghasilkan warna hijau yang cantik, juga memiliki harum yang khas.
  • ANTOSIANIN, penyebab warna merah, oranye, ungu dan biru banyak terdapat pada bunga dan buah-buahan seperti bunga mawar, pacar air, kembang sepatu, bunga tasbih/kana, krisan, pelargonium, aster cina, dan buah apel,chery, anggur, strawberi, juga terdapat pada buah manggis dan umbi ubi jalar. Bunga telang, menghasilkan warna biru keunguan. Bunga belimbing sayur menghasilkan warna merah. Penggunaan zat pewarna alami, misalnya pigmen antosianin masih terbatas pada beberapa produk makanan, seperti produk minuman (sari buah, juice dan susu).
Pewarna sintetis
Pewarna sintetis mempunyai keuntungan yang nyata dibandingkan pewarna alami, yaitu mempunyai kekuatan mewarnai yang lebih kuat, lebih seragam, lebih stabil, dan biasanya lebih murah. Berdasarkan rumus kimianya, zat warna sintetis dalam makanan menurut ”Joint FAO/WHO Expert Commitee on Food Additives (JECFA) dapat digolongkan dalam beberapa kelas yaitu : azo, triaril metana, quinolin, xantin dan indigoid.
Bahaya Jika Digunakan Pada Makanan
Proses pembuatan zat pewarna sintetik biasanya melalui perlakuan pemberian asam sulfat atau asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. Pada pembuatan zat pewarna organik sebelum mencapai produk akhir, harus melalui suatu senyawa antara yang kadang-kadang berbahaya dan sering kali tertinggal dalam hasil akhir, atau terbentuk senyawa-senyawa baru yang berbahaya. Untuk zat pewarna yang dianggap aman, ditetapkan bahwa kandungan arsen tidak boleh lebih dari 0,00014 persen dan timbal tidak boleh lebih dari 0,001 persen, sedangkan logam berat lainnnya tidak boleh ada.
Kelarutan pewarna sintetik ada dua macam yaitu dyes dan lakes. Dyes adalah zat warna yang larut air dan diperjual belikan dalam bentuk granula, cairan, campuran  warna  dan  pasta.  Digunakan untuk mewarnai minuman  berkarbonat, minuman ringan, roti, kue-kue produk susu, pembungkus sosis, dan lain-lain. Lakes adalah pigmen yang dibuat melalui pengendapan dari penyerapan dye pada bahan dasar, biasa digunakan pada pelapisan tablet, campuran adonan kue, cake dan donat.
Rhodamin B. Rhodamin B adalah salah satu pewarna sintetik yang tidak boleh dipergunaan untuk makanan, selain itu pewarna lainnya yang dilarang adalah Metanil Yellow Rhodamin B memiliki rumus molekul C28H31N2O3Cl, dengan berat molekul sebesar 479.000. Rhodamin B berbentuk kristal hijau atau serbuk-unggu kemerah-merahan, sangat mudah larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berflourensi kuat. Selain mudah larut dalam air juga larut dalam alkohol, HCl dan NaOH. Rhodamin B ini biasanya dipakai dalam pewarnaan kertas, di dalam laboratorium digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th. Rhodamin B sampai sekarang masih banyak digunakan untuk mewarnai berbagai jenis makanan dan minuman (terutama untuk golongan ekonomi lemah), seperti kue-kue basah, saus, sirup, kerupuk dan tahu (khususnya Metanil Yellow), dan lain-lain.
Menurut Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, ciri-ciri makanan yang diberi Rhodamin B adalah warna makanan merah terang mencolok. Biasanya makanan yang diberi pewarna untuk makanan warnanya tidak begitu merah terang mencolok. Tanda-tanda dan gejala akut bila terpapar Rhodamin B :
1.  Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.
2. Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
3. Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata.
4. Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda.
Metanil Yellow juga merupakan salah satu zat pewama yang tidak diizinkan untuk ditambahkan ke dalam bahan makanan. Metanil Yellow digunakan sebagai pewama untuk produk-produk tekstil (pakaian), cat kayu, dan cat lukis. Metanil juga biasa dijadikan indikator reaksi netralisasi asam basa.
Oleh karena itu sebaiknya konsumen sebelum membeli makanan dan minuman, harus meneliti kondisi fisik, kandungan bahan pembuatnya, kehalalannya melalui label makanan yang terdapat di dalam kemasan makanan tersebut agar keamanan makanan yang dikonsumsi senantiasa terjaga.
Tips Memilih dan Membeli Produk Pangan
Pastikan Anda telah membaca label yang tertera pada kemasan sebelum memutuskan membeli suatu produk pangan. Informasi penting yang perlu Anda amati dari label produk pangan antara lain:
  • Kode registrasi produk, Ini untuk menandakan apakah produk yang bersangkutan sudah terdaftar di Badan POM. Produk yang telah teregistrasi biasanya telah dikaji keamanannya. Penyimpangan bisa saja terjadi jika produsen melakukan perubahan tanpa sepengetahuan Badan POM setelah nomor registrasi didapatkan. Namun dengan mekanisme pengawasan dan kontrol yang dilakukan secara rutin oleh Badan POM, penyimpangan ini bisa terdeteksi.
  • Ingredient atau bahan-bahan yang terkandung dalam produk pangan, Sebaiknya hindari membeli produk yang tidak mencantumkan informasi bahan kandungannya.
  • Petunjuk aturan pakai, Informasi ini untuk memudahkan Anda dalam mengonsumsi produk pangan.
  • Informasi efek samping, Ini salah satu faktor penting yang perlu diketahui sebelum membeli dan mengonsumsi produk pangan khususnya yanq berisiko pada orang-orang tertentu.
  • Expired date atau kedaluwarsa produk, Pastikan produk pangan yang dibeli masih belum kedaluwarsa agar tetap terjamin keamanannya.
Bahaya Penggunaan Rhodamine B Sebagai Pewarna Makanan
Zat pewarna makanan alami sejak dulu telah dikenal dalam industri makanan untuk meningkatkan daya tarik produk makanan tersebut, sehingga konsumen tergugah untuk membelinya.
Namun celakanya sudah sejak lama pula terjadi penyalahgunaan dengan adanya pewarna buatan yang tidak diizinkan untuk digunakan sebagai zat aditif. Contoh yang sering ditemui di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa adalah penggunaan bahan pewarna Rhodamine B, yaitu zat pewarna yang lazim digunakan dalam industri tekstil, namun digunakan sebagai pewarna makanan.
Berbagai penelitian dan uji telah membuktikan bahwa dari penggunaan zat pewarna ini pada makanan dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati. Pada uji terhadap mencit, diperoleh hasil ; terjadi perubahan sel hati dari normal menjadi nekrosis dan jaringan disekitarnya mengalami disintegrasi atau disorganisasi. Kerusakan pada jaringan hati ditandai dengan terjadinya piknotik (sel yang melakukan pinositosis ) dan hiperkromatik (pewarnaan yang lebih kuat dari normal) dari nukleus. Degenerasi lemak dan sitolisis dari sitoplasma. Batas antar sel tidak jelas, susunan sel tidak teratur dan sinusoid tidak utuh. Semakin tinggi dosis yang diberikan, maka semakin berat sekali tingkat kerusakan jaringan hati mencit. Secara statistik, terdapat perbedaan yang nyata antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan dalam laju rata-rata pertambaan berat badan mencit.
Sedangkan menurut studi yang dilakukan oleh Universitas Hokoriku, Kanazawa, Jepang. Efek Rhodamine B pada kosmetik adalah pada proliferasi dari fibroblas yang diamati pada kultur sistem. Rhodamine B pada takaran 25 mikrogram/ml dan diatasnya secara signifikan menyebabkan pengurangan sel setelah 72 jam dalam kultur. Studi ini menghasilkan bahwa 50 mikrogram/ml dalam rhodamine B menyebabkan berkurangnya jumlah sel setelah 48 jam dan lebih. Studi ini juga menyarankan bahwa zat warna rhodamine B menghambat proliferasi tanpa mengurangi penggabungan sel. Gabungan [3H] timidine dan [14C] leusin dalam fraksi asam tidak terlarut dari membran sel secara signifikan dihambat oleh 50 mikrogram/ml Rhodamine B. Rhodamine 6G menyebabkan kerusakan sel yang parah dan rhodamine B secara signifikan mengurangi jumlah sel. Rhodamine 123 tidak memiliki efek yang berarti, sedangkan. Lebih jauh lagi, rhodamine B mengurangi jumlah sel vaskuler endothelial pada pembuluh darah sapi dan sel otot polos pada pembuluh darah hewan berkulit duri setelah 72 jam dalam kultur. Sehingga tidak berlebihan jika studi ini menyimpulkan bahwa rhodamine B menghambat proses proliferasi lipo fibroblast pada manusia.
Berikut ini adalah nama-nama lain dari Rhodamine B
Nama Lain Rhodamine B
  • Acid Bruliant Pink B
  • ADC Rhodamine B
  • Aizen Rhodamine BH
  • Aizen Rhodamine BHC
  • Akiriku Rhodamine B
  • Briliant Pink B
  • Calcozine Rhodamine BL
  • Calcozine Rhodamine BX
  • Calcozine Rhodamine BXP
  • Cerise Toner
  • [9-(orto-Karboksifenil)-6-(dietilamino)-3H-xantin-3-ylidene]dietil ammonium klorida
  • Cerise Toner X127
  • Certiqual Rhodamine
  • Cogilor Red 321.10
  • Cosmetic Briliant Pink Bluish D conc
  • Edicol Supra Rose B
  • Elcozine rhodamine B
  • Geranium Lake N
  • Hexacol Rhodamine B Extra
  • Rheonine B
  • Symulex Magenta
  • Takaoka Rhodmine B
  • Tetraetilrhodamine
Read More ...

Latest Stories

PEMANIS BUATAN

Pemanis buatan adalah bahan tambahan makanan untuk menggantikan rasa manis gula yang biasanya mengandung sedikit energi. Pemanis biasanya berupa senyawa kimia sintetis dan sebahagian lagi berupa senyawa alami. Beberapa pemanis buatan antara lain adalah: aspartam, sakarin, sukralase, neotame, kalium asesulfam dan siklamat. Stevia, sorbitol dan xylitol merupakan pemanis dari alam.
Siklamat telah dilarang digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1970, setelah hasil penelitin pada tikus menunjukkan bahwa perbandingan 10:1 siklamat dengan sakarin menyebabkan kanker kandung kemih. Siklamat masih diizinkan sebagai pemanis di beberapa negara termasuk Indonesia.
Sakarin merupakan pemanis buatan yang pertama ditemukan dan pertama kali disintesa oleh Remsen dan Falberg tahun 1879. Sakarin mempunyai rasa manis 300-500 kali rasa manis gula. After taste rasa pahit pada penggunaan sakarin diminimalisasi dengan mencampurnya bersama pemanis lain. Sakarin dilarang digunakan di Kanada sejak tahun 1977 karena menyebabkan kanker kandung kemih pada tikus. Pada dosis tinggi sakarin akan mengkristal dalam air seni tikus yang dapat merusakkan sel kandung kemih dan kemudian menimbulkan tumor. Di beberapa negara sakarin masih diperbolehkan digunakan sebagai pemanis, tetapi dengan pembatasan dan peringatan.
Aspartam ditemukan oleh James M. Schlatter tahun 1965. Aspartam merupakan turunan dan gabungan dua asam amino asam aspartat dan phenyl alanin. Aspartam mempunyai rasa manis 200 kali rasa manis gula dan dianggap lebih aman dari pemanis buatan lainnya.
Sukralase adalah gula terklorinasi dan mempunyai rasa manis 600x rasa manis gula. Ia dibuat dari gula dengan memasukkan 3 atom khlor menggantikan 3 gusus hidroksil. Sukralase diizinkan penggunaannya di Amerika Serikat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan setempat tahun 1998. Beberapa turunan gula terklorinasi bersifat toksik atau karsinogenik (pencetus timbulnya kanker).
Timbal asetat merupakan pemanis buatan yang dibuat dari timbal. Jaman dahulu kala banyak digunakan, namun karena dapat menimbulkan toksik tidak digunakan lagi.
Pemanis Makanan dan Pemanis Minuman (Sweetener), Terdiri dari :
- Acesulfame K
- Aspartame
- Dextrose
- D-xylose
- Fructose Crystallin
- L-(+)-Arabinose Crystal
- Maltitol
- Neotam
- Sodium Erythritol
- Sodium Saccharin
- Sorbitol Powder
- Stevia
- Sucralose
- Xylitol

Gula sering disalahkan atas penyebab obesitas dan tekanan darah tinggi. Maka dari itu, sebaiknya Anda menggunakan pemanis alami untuk makanan. Berikut ini Health Me Up (20/09) membagikan pemanis alami yang bisa Anda gunakan untuk makanan.
  • Nektar agave. Nektar tanaman ini tersedia dalam bentuk cairan dan rasanya lebih manis daripada gula.
  • Tetes. Tetes merupakan sisa penghabluran gula. Cita rasa tetes sangat kuat dan bisa dijadikan pemanis untuk sereal saat sarapan.
  • Brown rice syrup. Brown rice syrup adalah pemanis alami yang difermentasi oleh enzim dari karbohidrat menjadi maltosa. Jika dibandingkan dengan gula, brown rice syrup memang tidak terlalu manis.
  • Fruktosa. Pemanis yang satu ini terbuat dari buah-buahan. Kebanyakan ditemukan dalam bentuk butiran.
  • Gula merah. Bisa juga disebut dengan gula Jawa. Terbuat dari nira atau cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon siwalan, aren, atau kelapa.
  • Madu. Selain manis, madu juga mengandung banyak nutrisi. Jadi jangan ragu menggunakan pemanis alami yang satu ini pada makanan.
  • Maltosa. Maltosa juga bisa disebut sebagai gula gandum. Seperti namanya, maltosa berasal dari fermentasi gandum yang bisa ditemukan dalam bentuk sirop atau kristal.
  • Stevia. Tumbuhan perdu asli dari Paraguay ini merupakan pemanis alami yang bisa dijumpai dalam bentuk bubuk maupun cairan.
  • Gula kelapa. Seperti namanya, gula kelapa berasal dari sari kuncup bunga pohon kelapa. Pemanis alami ini kaya akan kalium, magnesium zinc, zat besi, dan rendah glukosa.
  • Gula kurma. Kurma yang manis dikeringkan, kemudian dihaluskan, jadilah gula kurma. Selain manis, gula kurma mengandung berbagai vitamin, kalium, dan zat besi.
  • Ekstrak jus buah. Temukan pemanis alami ekstrak jus buah di supermarket dengan berbagai rasa dan label nutrisi.
  • sirop maple. Berasal dari gula pohon maple, sirop maple merupakan pemanis alami yang kaya akan kalsium.
  • Gula Turbinado. Produk gula yang satu ini dibuat dengan cara memisahkan kristal gula mentah pada mesin pemisah dan dibersihkan dengan uap sehingga menghasilkan warna cokelat.
  • Sucanat. Mirip seperti turbinado, namun sucanat dibuat dengan tidak memisahkan gula dan tetes selama proses pembuatannya.
  • Xylitol. Pemanis alami yang ditemukan pada buah dan beberapa sayuran. Xylitol dibuat dalam bentuk kristal dan biasanya dikonsumsi penderita diabetes.
Itulah berbagai pemanis alami untuk makanan. Beberapa mungkin terdengar asing bagi Anda. Namun tidak ada salahnya mencoba pemanis alami tersebut demi menjaga berat badan dan kadar gula dalam darah.

Bahan Kimia sebagai Bahan Pemanis Makanan (Sweetener)

Bahan pemanis (sweetener) adalah bahan tambahan pangan berupa pemanis alami dan pemanis buatan yang memberikan rasa manis pada produk pangan. Dulu orang mengenal sumber rasa manis alami dari gula yang di buat dari tebu atau bit, aren, kelapa dan pemanis lain seperti madu dan buah-buahan. Selain memberikan rasa manis ternyata gula adalah penyumbang kalori yang baik karena mengandung gizi untuk tubuh manusia.

Ternyata gula menyebabkan berbagai masalah baru bagi orang-orang tertentu, terutama mereka yang kelebihan kalori, kegemukan, menyebabkan kerusakan pada gigi, dan sangat berbahaya bagi penderita diabetes. Keadaan ini memacu para ahli untuk menemukan pengganti rasa manis setara dengan gula, tidak berkalori dan tidak ada nilai gizinya sehingga aman dikomsumsi bagi mereka yang perlu diet.

Suatu produk makanan atau minuman yang menggunakan pemanis buatan seharusnya mencantumkan jenis dan jumlah pemanis yang digunakan. Penggunaan bahan pemanis harus mengacu Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan. Adapun jenis bahan tambah pangan yang diizinkan seperti berikut.


Pemanis Alami (Natural Sweetener)
Pemanis Alami (Natural Sweetener), merupakan pemanis yang dapat ditemukan dalam bahan alam meskipun proses pembuatannya secara sintetik maupun secara fermentasi. Adapun pemanis alami yang diizinkan oleh pemerintah RI adalah sebagai berikut.
Sorbitol
Manitol
Isomalt/Isomaltitol
Glikosida Steviol (steviol glycosides)
Maltitol
Laktitol (Lactitol)
Silitol (Xylitol)
Eritritol (Erythritol)

Pemanis Buatan (Artificial Sweetener)
Pemanis Buatan (Artificial Sweetener), merupakan pemanis yang diproses secara kimiawi, dan senyawa tersebut tidak terdapat di alam. Adapun pemanis alami yang diizinkan oleh pemerintah RI adalah sebagai berikut.
Asesulfam-K (Acesulfame Potassium)
Aspartam (Aspartame)
Asam Siklamat (syclamic acid)
Klasium Siklamat (Calsium Syclamate)
Natrium Siklamat (Sodium Syclamate)
Klasium Sakarin (Calsium Saccharin)
Natrium Sakarin (Sodium Saccharin)
Kalium Sakarin (Potassium Saccharin)
Sukralosa (Sucralose)
Neotam (Neotame)

Demikian bahan kimia sebagai bahan pemanis makanan atau minuman yang masih diizinkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Untuk postingan bahan kimia sebagai pemanis makanan atau minuman yang dilarang di Indonesia akan dibahas pada postingan selanjutnya.

Pengertian Sorbitol dan Apa Dampak yang Ditimbulkan?

Menurut kamuskesehatan.compengertian sorbitol adalah sebuah gula alkohol dengan 4 kalori per gram. Nama “sorbitol” berasal dari Sorbus, nama ilmiah untuk sejenis genus dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan bergenus sorbus inilah yang menghasilkan sorbitol. Tumbuhan lain yang juga menghasilkan sorbitol adalah rumput laut dan buah-buahan seperti plum. Selain dari bahan alam, sorbitol juga bisa dibuat secara sintetis.

Sorbitol masuk dalam kelas senyawa yang disebut poliol. Poliol adalah alkohol yang memiliki beberapa ikatan hidroksil (-OH) dalam strukturnya. Molekul sorbitol terdiri dari enam rantai atom karbon dengan satu hidroksil melekat pada setiap atom karbon.
Sorbitol itu bisa larut dalam air. Larutan sorbitol memiliki rasa manis dan tekstur mirip sirup. Tingkat rasa manis sorbitol kira-kira setengah dari manis gula tebu. Sorbitol dapat berfungsi sebagai sumber energi ketika dicerna, serta digunakan sebagai pengganti gula dalam berbagai produk makanan (Bumbata).
Menurut Healthy_com, minuman yang mengandung sorbitol dalam jumlah tinggi, terutama sorbitol buatan, bisa mengganggu sistem pencernaan. Jenis minuman pertama mengandung sorbitol yang perlu diwaspadai adalah sirup, obat batuk anak, soda dan jus buah dalam kemasan.

Sirup Bersobitol
Sirup yang dijual dipasaran ada berbagai macam rasa. Untuk menimbulkan rasa manis pada sirup biasanya ditambhakan sorbitol. Sirup bersorbitol yang dikonsumsi terlalu sering dapat menimbulkan kerusakan gastrointestinal. Jika ada yang menjual sirup mengandung sorbitol janganlah terlalu sering mengkonsumsinya walaupun belum ada larangan dari pemerintah Indonesia. Jika “dikonsumsi secara wajar” tidak akan menimbulkan masalah.

Obat Anak Berbentuk Sirup
Anak anda menderita batuk? Jangan sembarangan memberikan obat batuk pada anak anda, karena banyak obat batuk anak yang beredar mengandung sorbitol. Tujuan penambahan sorbito pada obat batuk adalah agar anak-anak mau minum obat batuk tersebut. Anak-anak akan suka dengan obat batuk tersebut karena ada efek rasa manis yang ditimbulkan oleh sorbitol.
Sebelum membeli obat batuk untuk anak coba baca terlebih dahulu kandungan yang ada di dalamnya. Jika mengandung sorbitol coba cari obat batuk lain, gunakanlah secukupnya kalau terpaksa anda menggunakannya (jika tidak ada obat batuk lain yang tidak mengandung sorbitol). Memang batuk anak akan hilang tapi akan muncul efek lain dari obat batuk yang mengandung sorbitol yaitu diare.

Minuman bersoda
Minuman bersoda juga dibuat dengan sorbitol dan bisa menimbulkan diare, terutama pada anak-anak yang memiliki pencernaan sensitif.

Jus Buah Dalam Kemasan

Kebanyakan jus buah yang dijual di swalayan mendapatkan tambahan sorbitol untuk meningkatkan rasa. Dan sama seperti minuman bersorbitol lain, jus buah dalam kemasan juga dapat memicu masalah pada sistem pencernaan terutama pada anak-anak.
Read More ...

Latest Stories

A. Faktor Luar
     1.    Air dan Mineral  berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
     2.    Kelembaban.
     3.    Suhu  di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
     4.    Cahaya  mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.
B. Faktor Dalam
     1.    Faktor hereditas.
      2.    Hormon.
         a.    Auksin
adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). F.W. Went (1928) pertama kali menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah gandum Avena sativa.
- membantu perkecambahan
- dominasi apikal
         b.    Giberelin
Senyawa ini dihasilkan oleh jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae, ditemukan oleh F. Kurusawa.
Fungsi giberelin :
- pemanjangan tumbuhan
- berperan dalam partenokarpi
         c.    Sitokinin
Pertama kali ditemukan pada tembakau. Hormon ini merangsang pembelahan sel.
        d.    Gas etilen
Banyak ditemukan pada buah yang sudah tua
         e.    Asam absiat
          f.    Florigen
          g.    Kalin
Hormon pertumbuhan organ, terdiri dari :
- Rhizokalin
- Kaulokali
- Filokalin
- Antokalin
          h.    Asam traumalin atau kambium luka
Merangsang pembelahan sel di daerah luka sebagai mekanisme untuk menutupi luka


Read More ...

    Blogroll